Nov
22
Posted by obet on
November 22, 2007
Hujan yang mengguyur hampir di seluruh Kabupaten Aceh Barat dalam waktu seminggu tanpa henti-hentinya mengakibatkan beberapa gampong terendam oleh air, bahkan beberapa diantaranya terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi di Mesjid-mesjid atau TPA yang tidak terendam oleh air. Pemerintah daerah segera menurunkan bantuan untuk membantu warganya yang terkena musibah banjir, namun terdapat beberapa daerah yang minim akan bantuan pangan, terlebih gampong yang terletak di pedalaman dan tinggal di dekat sungai, salah satunya adalah gampong Cot Amun. Gampong Cot Amun ini merupakan gampong yang sangat tertinggal, mungkin jika anda pernah berkunjung kesana, anda akan melihat bagaimana situasi gampong tersebut, dari segi kesehatan memang mereka sangat tertinggal. Gampong ini sama sekali belum memiliki Fasilitas Kesehatan yang seharusnya ada di tingkat Gampong seperti polindes. Bidan Gampong ada tetapi hanya datang pada saat pelaksanaan posyandu yang dilaksanakan sebulan sekali. Tidak memiliki petugas kesehatan lokal / petugas kesehatan yang menetap sehingga masyarakat sulit mengakses layanan kesehatan pada malam hari atau pada saat banjir dimana air akan menggenangi Gampong selama berhari-hari sedangkan masyarakat sulit mengakses fasilitas kesehatan yang berlokasi diluar Gampong cot amun. Lokasi Gampong yang dikelilingi sawah dan rawa-rawa membuat masyarakat Gamp ong cot amun rentan terserang penyakit malaria apalagi jika banjir dan musim hujan tiba dimana air akan menggenangi kawasan ini selama berhari-hari sehingga memberi kesempatan nyamuk anopheles sebagai inang plasmodium penyebab malaria berkembang biak dengan cepat. Masalah lain di Gampong cot amun adalah masalah sumber air bersih dimana sebagian besar masyarakat masih menggunakan air sumur yang tidak layak konsumsi untuk di minum (airnya berwarna kuning dan masih terdapat sumur tanah) dan sebagian kecil masyarakat masih menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, memasak bahkan untuk diminum. Kegiatan Posyandu rutin dilakukan setiap bulannya tepatnya setiap tanggal 15. Sementara ini Gampong cot amun telah memiliki kader posyandu sebanyak 7 orang dimana kader-kader ini telah mengikuti berbagai pelatihan yang dilaksanakan baik oleh dinas terkait/pemerintah maupun dari LSM lokal maupun international. Tetapi ironisnya masyarakat Gampong secara luas belum pernah diberikan pelatihan/penyuluhan di bidang kesehatan sehingga pengetahuan mereka tentang kasehatan masih sangat rendah. Masalah lain adalah masalah belum adanya saluran pembuangan limbah rumah tangga di rumah-rumah di Gampong cot amun. Hal ini penting karena limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber berbagai penyakit. Keterbatasan MCK juga menjadi masalah utama di Gampong cot amun. Mata pencaharian yang utama diGampong tersebut adalah pertanian, namun sering mereka mengalami gagal panen, yang disebabkan bukan karena
hama, namun karena banjir yang sering melanda Gampong mereka.
Jumlah polulasi penduduknya sebesar 249 jiwa ini 100% merupakan masyarakat yang bermata pencaharian Petani sawah ( menanam Padi ), mereka menanam padi dua kali dalam setahun.
Dengan luas lahan ± 50 hektar. Bertani merupakan mata pencaharian utama di Gampong Tersebut. Yang menjadi permasalahan gagal nya panen atau terlambat nya dalam pengolahan tanah karena seringnya
dilanda banjir
pada lahan mereka, di sebabkan tersendat nya aliran sungai Bubon,
tidak ter sedianya tenaga penyululuhan pertanian yang berkelanjutan sehingga dapat menurunnya nilai produksi mereka dan juga kurang nya alat kerja seperti Hand Tractor dan spraiyer
Saat banjir melanda saya dan beberapa teman yang bekerja di Mercy Corps melakukan pengecekan dildaerah yang terkena banjir, kami lebih fokus ke daerah kami bekerja, salah satunya adalah cot amun, setelah pulang dari lapangan, kita mendiskusikan apa tindakan kita, karena kalo kita meminta Mercy Corps untuk memberikan bantuan makanan jelas-jelas tidak diizinkan, karena untuk skala bencana seperti ini pemerintah kita siap untuk merespon, namun tekad teman-teman untuk membantu sangat tinggi sehingga diputuskan untuk mengumpulkan dana pribadi seiklasnya, alhasil dana terkumpul, teman-teman langsung merencanakan pembelian makanan dan pendistribusiannya. Namun sebelum didistribusikan salah seorang dari team diutus untuk koordinasi dengan Satkorlak untuk mendapatkan informasi tentang daerah mana saja yang sudah dibantu, rekomendasi dari Satkorlak adalah di Gampong Cot Amun. S etelah pembelian dilakukan, langsung teman-teman membantu untuk mempaketkannya, agar mudah untuk distribusi. Kendaraan untuk disribusi yang semula tidak menggunakan kendaraan kantor ternyata kita mendapat dukungan dari kepala kantor untuk bisa menggunakan mobil Mercy Corps dengan catatan Logonya ditutupi. Distribusi dilakukan walau keadaan didesa masih banjir namun tidak menjadi halangan untuk melakukan distribusi, ternyata bantuan yang cuma sedikit itu sangat membantu warga cot amun, bahkan ada warga yang terharu sampai menitikkan air matanya saat menerima bantuan tersebut. Ternyata niat teman-teman untuk membantu benar-benar terlaksana. Bravo Meulaboh Response team.
Add A Comment