Obet’s Blog

Blognya Obet

Archive for the ‘Hot News’ Category

May
28

Arah Kebijakan Aceh Barat

Posted by obet on May 28, 2008

Paskah tsunami dan konflik di Aceh, Aceh Barat merupakan salah satu daerah yang dilanda tsunami terparah dan juga konflik seperti daerah aceh lainnya. Hal ini berdampak pada perubahan pada tatanan kehidupan masyarakat Aceh Barat, baik di pesisir maupun di pedalaman.

Tahun 2006 aceh barat telah berhasil melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih pemimpinnya (Raja), seperti daerah aceh lainnya. Pemimpin yang terpilih ini merupakan calon independen dimana semua warga aceh barat menggantungkan harapan kepada pemerintahnya untuk mampu membawa aceh barat lebih maju dalam segala bidang.

Setelah hampir setahun masa kepemimpinan raja baru, kita belum melihat perubahan yang terjadi secara signifikan, baik dibidang ekonomi, pendidikan maupun kesehatan. Hal itu patut dipertanyakan kenapa hal itu terjadi. Apakah raja ini tidak mampu untuk menjalankan kebijakan yang direncanakannya atau malah raja bingung untuk menentukan arah kebijakannya untuk daerah yang menjadi tanggung jawabnya. Selama ini yang kita lihat, perubahan yang terjadi karena ada Lembaga asing yang bekerja di wilayah tsunami dan konflik, sementara pemerintah sendiri belum menampakkan perubahan yang berarti.

Terkait hal diatas, banyak opini yang berkembang dimasyarakat, baik di warung kopi maupun tempat-tempat berkumpul lainnya. Diantarannya masyarakat meragukan kemampuan kepemimpinan sang raja, baik secara pendidikan formal maupun pengalaman di organisasi. Kemudian masyarakat juga tidak mengetahui kemana aceh barat ini akan dibawa, apakah kearah yang lebih baik atau lebih buruk dari kepemimpinan raja-raja yang lalu.

Nah…mengapa rakyat memilih mereka??? itulah demokrasi… tidak selamanya demokrasi itu benar sesuai dengan harapan masyarakat.  Namun kita jadi serba salah haruskan kita kembali ke zaman kerajaan? dimana kekuasaan terjadi secara turun temurun dari garis keturunan. Yang jelas rakyat masih tetap belum makmur, rakyat masih tetap kesulitan dalam menjalankan usahanya. Ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah pusat untuk menaikkan harga BBM, rakyat akan semakin menjerit…

Ada pandangan lain dimasyarakat yang menyatakan bahwa, eksekutif bingung mengalokasikan dana dalam RAPBK. karena PAD yang minim dan kebutuhan yang besar. Ditambah lagi Pemkab tidak mempunyai rencana atau blue print yang jelas (konkrit) atau memang tidak sama sekali mampu untuk membuat perencanaan daerahnya. sehingga aceh barat ini seperti kapal yang tidak punya haluan, bahkan tidak tahu pelabuhan mana yang akan di sandarnya.

Pernahkan anda mendengar lagu “disini senang.. disana senang.. dimana-mana hatiku senang…terserah merekalah mau membangun dimana.. yang penting mereka senang….

Imbasnya adalah masyarakat, merasa kecewa dengan pilihannya. Bukan hanya kepada sang raja tapi juga kepada orang-orang yang terhormat yang duduk di kursi DPRK Aceh Barat. Yang pahitnya lagi adalah untuk membahas RABPK Aceh barat saja sudah terlambat, karena ada ketegangan dalam mengusulkan tunjangan rumah…. he he..he .. apakah orang-orang terhormat di DPRK itu tidak punya rumah??? sehingga harus diusulkan biaya sewa rumah???? apakah mereka sadar bahwa biaya yang diperoleh itu adalah biaya dari nyak-nyak yang berjualan di kaki lima, terkadang ditendang oleh Satpol PP, terkadang dagangannya digusur tetapi uang retribusi terus diambil demi untuk membiayai sewa rumah bapak-bapak dewan yang tehormat.

Ada opini yang lebih menusuk hati kita, yaitu masyarakat beranggapan bahwa raja dinaikkan oleh sekelompok orang melalui formasi calon independen yang notabene adalah pelaku-pelaku yang ingin Aceh lebih baik jika di pimpin oleh mereka. Namun pada kenyataannya para pengusung calon raja tersebut terlebih dahulu menuntut kemakmuran pribadinya, sang raja tak dapat begitu saja menolak keinginan para pendukung setianya. karena terkait hutang budi, sehingga dia sang raja tidak mampu untuk berbicara tegas, lantang untuk menunjuk arah kebijakannya. perlu adanya pertimbangan yang mendalam terhadap aspek hutang budi dan senioritas dalam kalangannya. meski sang raja maju dari poros independen, namun tak berarti independen dalam memimpin kemudiannya.

Ada banyak opini yang berkembang dikalangan masyarakat Aceh Barat, tergantung dari sisi mana mereka melihat dan menilai. Namun tidak di nafikan juga bahwa, Pemkab sudah membuka layanan satu pintu pengurusan izin dan layanan pengaduan apapun melalui SMS. Ini mungkin menjadi hal baru di Aceh Barat yang patut di sampaikan kepada pembaca.

May
19

Menuju Gampong Mandiri

Posted by obet on May 19, 2008

Sesuai UU Pemerintahan Aceh, maka semua nama desa yang ada di Provinsi Aceh akan digantikan namanya menjadi Gampong atau nama lain sesuai dengan adat istiadat di kabupaten yang ada di wilayah aceh. Jika kita melihat perangkat undang-undang yang ada, ternyata pemerintahan gampong yang ada diaceh masih tertinggal jauh dengan desa lain yang ada didaerah jawa, Karena desa di sebagian besar pulau jawa telah menuju desa mandiri.

Sangat ironis bahwa kita mengetahui tenyata Undang-undang yang telah diproduk oleh pemerintahan indonesia ternyata tidak pernah disosialisasikan ditingkat desa, bahkan terkesan Pemerintahan Kabupaten tidak perduli terhadap aspirasi perencanaan ditingkat desa. Contohnya adalah Musrenbang yang dimulai menjaring aspirasi dari desa ternyata dijadikan alat sebagai formalitas saja. Hal ini merupakan suatu metode pembodohan desa, seharusnya kabupaten adalah penanggung jawab terhadap pembinaan pemerintahan ditingkat desa, tapi tidak pernah dilakukan pemberdayaan kepada pemerintahan desa.

Alasan klasik yang dikemukakan adalah pemerintahan desa itu tidak punya SDM, bagaimana mungkin mereka bisa meningkatkan SDM nya jika pemerintah kabupaten tidak memberikan pendampingannya. Tidak jauh dari SDM juga, pemerintah mengatakan bahwa aceh tidak punya SDM, pertanyaannya apakah pemerintah mengetahui berapa banyak lulusan universitas yang mereka punya, baik dari Universitas didalam Aceh maupun diluar aceh, baik lah jika mereka mengatakan bahwa lulusan aceh tidak punya SDM, apakah lulusan ITB, UGM dan lain universitas ternama tidak punya SDM. Saya rasa SDM untuk saat ini Aceh telah punya tinggal pemerintah saja mau diapakan mereka ini, apakah pemerintah punya perencanaan untuk memberdayakan mereka tetapi tidak fokus untuk PNS saja tapi bagaimana merangkul mereka untuk bisa membuka peluang kerja yang bisa mengatasi pengangguran.

Nov
26

Maraknya Ilegal Logging di tengah Moratorium di Aceh Barat

Posted by obet on November 26, 2007

By Obet

Moratorium Logging yang dicanangkan oleh Gubernur NAD Irwandi yusuf ternyata tidak membuat para penebang liar mau untuk mematuhi larangan untuk menebang kayu, salah satunya yaitu di sekitar desa Manggi Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat, yang sampai saat ini masih terus terjadi penebangan liar, Bahkan aparat kehutanan saja tidak mampu untuk menanggani masalah ini, padahal proses pengeluaran kayu ini jelas-jelas dapat dilihat dengan kasat mata, bahkan melewati pos retribusi Pemkab.

Sistem pengeluaran kayu yang dilakukan yaitu dengan menggunakan becak mesin, yang khusus untuk mengankut kayu, satu becak saja mampu mengangkut sekitar satu kubik kayu yang telah di jadikan papan atau kayu reng. Rata-rata satu hari saja terdapat 15 belas becak yang mengangkut kayu olahan tersebut. Dapat dibayangkan 15 becak mengangkut 15 belas kubik kayu perhari, dan aktifitas ini telah berjalan selama bertahun-tahun tanpa ada pihak yang menangkap atau pun melarang aktifitas ini.

Biasanya tukang becak menerima bayaran sebesar Rp. 300.000, per sekali trip membawa kayu., dan pekerjaan ini sangant membawa prospek ekonomi yang lebih baik bagi tukang becak tersebut, karena pendapatan mereka perbulan mencapai Rp. 9.000.000/bulan. Mereka juga mempunyai perkumpulan tersendiri, sehingga tidak sembarang orang bisa bergabung dalam hal pengangkutan kayu.

Jika penebangan ini dibiarkan oleh pemerintah ditengah moratorium logging yang dicanangkan oleh Gubernur, maka tidak usah heran bahwa hutan aceh tidak lama lagi akan terus rusak. Kesadaran dari masyarakat aceh juga tidak ada untuk menjaga hutannya, karena factor yang paling berat yaitu masyarakat tidak bertindak untuk mencegah terjadinya illegal logging, mungkin mereka belum menyadari bahwa kerusakan hutan akan berimbas pada lingkungan mereka. seperti semboyan pemerintah “banyak hutan ditebang, maka bencana tak terbilang” semboyan ini patut untuk dicontoh agar pihak-pihak pelaku penebangan sadar akan kelakukan mereka untuk tidak merusak alam, yang menyebabkan alam tidak seimbang.

Nov
22

Sedikit Bantuan Untuk Gampong Cot Amun

Posted by obet on November 22, 2007


 Hujan yang mengguyur hampir di seluruh Kabupaten Aceh Barat dalam waktu seminggu tanpa henti-hentinya mengakibatkan beberapa gampong terendam oleh air, bahkan beberapa diantaranya terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi di Mesjid-mesjid atau TPA yang tidak terendam oleh air. Pemerintah daerah segera menurunkan bantuan untuk membantu warganya yang terkena musibah banjir, namun terdapat beberapa daerah yang minim akan bantuan pangan, terlebih gampong yang terletak di pedalaman dan tinggal di dekat sungai, salah satunya adalah gampong Cot Amun. Gampong Cot Amun ini merupakan gampong yang sangat tertinggal, mungkin jika anda pernah berkunjung kesana, anda akan melihat bagaimana situasi gampong tersebut, dari segi kesehatan memang mereka sangat tertinggal.  Gampong ini sama sekali belum memiliki Fasilitas Kesehatan yang seharusnya ada di tingkat Gampong seperti polindes. Bidan Gampong ada tetapi hanya datang pada saat pelaksanaan posyandu yang dilaksanakan sebulan sekali. Tidak memiliki petugas kesehatan lokal / petugas kesehatan yang menetap sehingga masyarakat sulit mengakses layanan kesehatan pada malam hari atau pada saat banjir dimana air akan menggenangi Gampong selama berhari-hari sedangkan masyarakat sulit mengakses fasilitas kesehatan yang berlokasi diluar Gampong cot amun.  Lokasi Gampong yang dikelilingi sawah dan rawa-rawa membuat masyarakat  Gamp  ong cot amun rentan terserang penyakit malaria apalagi jika banjir dan musim hujan tiba dimana air akan menggenangi kawasan ini selama berhari-hari sehingga memberi kesempatan nyamuk anopheles sebagai inang plasmodium penyebab malaria berkembang biak dengan cepat. Masalah lain di Gampong cot amun adalah masalah sumber air bersih dimana sebagian besar masyarakat masih menggunakan air sumur yang tidak layak konsumsi untuk di minum (airnya berwarna kuning dan masih terdapat sumur tanah) dan sebagian kecil masyarakat masih menggunakan air sungai untuk mandi, mencuci, memasak bahkan untuk diminum.  Kegiatan Posyandu rutin dilakukan setiap bulannya tepatnya setiap tanggal 15. Sementara ini Gampong cot amun telah memiliki kader posyandu sebanyak 7 orang dimana kader-kader ini telah mengikuti berbagai pelatihan yang dilaksanakan baik oleh dinas terkait/pemerintah maupun dari LSM lokal maupun international. Tetapi ironisnya masyarakat Gampong secara luas belum pernah diberikan pelatihan/penyuluhan di bidang kesehatan sehingga pengetahuan mereka tentang kasehatan masih sangat rendah.  Masalah lain adalah masalah belum adanya saluran pembuangan limbah rumah tangga di rumah-rumah di Gampong cot amun. Hal ini penting karena limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber berbagai penyakit. Keterbatasan MCK juga menjadi masalah utama di Gampong cot amun.  Mata pencaharian yang utama diGampong tersebut adalah pertanian, namun sering mereka mengalami gagal panen, yang disebabkan bukan karena

hama, namun karena banjir yang sering melanda Gampong mereka. Jumlah polulasi penduduknya sebesar 249 jiwa ini 100%  merupakan masyarakat yang bermata pencaharian Petani sawah ( menanam Padi ), mereka menanam padi dua kali dalam setahun. Dengan luas lahan ± 50 hektar. Bertani merupakan mata pencaharian utama di Gampong Tersebut. Yang menjadi permasalahan gagal nya panen atau terlambat nya dalam pengolahan tanah karena  seringnya  dilanda banjir  pada lahan mereka, di sebabkan tersendat nya aliran sungai Bubon,  tidak ter sedianya tenaga penyululuhan pertanian yang berkelanjutan sehingga dapat menurunnya nilai produksi mereka dan juga kurang nya alat kerja seperti Hand Tractor dan spraiyerSaat banjir melanda saya dan beberapa teman yang bekerja di Mercy Corps melakukan pengecekan dildaerah yang terkena banjir, kami lebih fokus ke daerah kami bekerja, salah satunya adalah cot amun, setelah pulang dari lapangan, kita mendiskusikan apa tindakan kita, karena kalo kita meminta Mercy Corps untuk memberikan bantuan makanan jelas-jelas tidak diizinkan, karena untuk skala bencana seperti ini pemerintah kita siap untuk merespon, namun tekad teman-teman untuk membantu sangat tinggi sehingga diputuskan untuk mengumpulkan dana pribadi seiklasnya, alhasil dana terkumpul, teman-teman langsung merencanakan pembelian makanan dan pendistribusiannya. Namun sebelum didistribusikan salah seorang dari team diutus untuk koordinasi dengan Satkorlak untuk mendapatkan informasi tentang daerah mana saja yang sudah dibantu, rekomendasi dari Satkorlak adalah di Gampong Cot Amun. S etelah pembelian dilakukan, langsung teman-teman membantu untuk mempaketkannya, agar mudah untuk distribusi. Kendaraan untuk disribusi yang semula tidak menggunakan kendaraan kantor ternyata kita mendapat dukungan dari kepala kantor untuk bisa menggunakan mobil Mercy Corps dengan catatan Logonya ditutupi. Distribusi dilakukan walau keadaan didesa masih banjir namun tidak menjadi halangan untuk melakukan distribusi, ternyata bantuan yang cuma sedikit itu sangat membantu warga cot amun, bahkan ada warga yang terharu sampai menitikkan air matanya saat menerima bantuan tersebut. Ternyata niat teman-teman untuk membantu benar-benar terlaksana. Bravo Meulaboh Response team.

Oct
16

Idul Fitri 1 Syawal 1428 H

Posted by obet on October 16, 2007

Syukur Alhamdulillah ternyata kita masih diberi umur sehingga bisa melaksanakan puasa ramadhan dan sekarang kita telah masuk hari raya idul fitri, saat-saat dimana kita saling bermaaf-maafan, untuk mensucikan diri kita dari dosa-dosa yang kita perbuat. Dimalam menjelang Idul fitri mulai banyak sms yang masuk, mulai dari saudara dekat sampai sahabat-sahabat yang jauh sekalipun turut mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin“ Memang sudah menjadi kewajiban kita sesama umat muslim untuk saling memaafkan dihari yang fitrah ini, sehingga amal ibadah di bulan ramadhan akan lebih afdol.

Sep
15

Kembali indonesia di rundung malang

Posted by obet on September 15, 2007

Gempa yang menguncang Bengkulu, padang dan kepulauan mentawai, mengakibatkan banyaknya rumah yang hancur dan terjadi pengungsian yang lumayan banyak, saat ini mereka membutuhkan tenda untuk tempat naungan, sedangkan air bersih dan makanan telah ada yang menanggani, jadi jika ada teman-teman di NGO-nya yang mempunyai tenda mohon dikirim aja kesana

Sep
10

Evaluasi Hasil Team Building Orbit 07

Posted by obet on September 10, 2007

Kepada semua pelaku (pelaksana) dan Pengamat yang ikut dalam kegiatan Team Building Orbit 07 di Krueng Jreuh. Saya butuh feedback dari hasil kegiatan tersebut, saya mohon bantuannya dari Iseec, Diva, Ali dan lain-lain. untuk memberikan komentar tentang “apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang perlu ditingkatkan”. Jadi mohon bantuan tulisannya agar saya bisa mengevaluasi hasil tersebut.

Berdasarkan comment dari iseec dan demank, aku sedikit lega ternyata kegiatan yang kita sepakati bersama telah dijalankan, dan saya bangga dan salut akan keputusan panitia dan senior yang memutuskan untuk tidak memberikan celah atau pun peluang kepada pihak-pihak yang tidak sesuai dengan komitmen bersama. Perlu kawan-kawan sadari selaku senior dan panitia bahwa kalian telah melakukan sejarah di organisasi HIMAFIS ini, karena kalian telah berhasil melakukan perubahan metoda dalam sistem pembinaan terhadap mahasiswa baru. 

Pada kesempatan ini juga saya meminta kepada semua alumni baik kakak tingkat saya maupun adik tingkat saya, untuk memahami bahwa team building sangat berbeda dengan apa yang pernah kita alami, namun demikian hargailah jerih payah panitia dan senior, yang telah berani mengambil sikap untuk meninggalkan metoda perpeloncoan dengan metoda yang lebih lunak dengan tujuan untuk membangun kebersamaan sesama anggota HIMAFIS.

Kepada senior dan Panitia, sebaiknya dibuatkan laporan kegiatan kepada Ketua Jurusan. Untuk laporan kepada jurusan tolong dibuatkan ringkasan kegiatan yang dilakukan dengan harapan ditahun depan panitia akan mengikutkan Dosen dalam ajang team building ini, sehingga akan terjalin hubungan yang harmonis antara mahasiswa dan dosen. (Mungkin demank bisa kasih masukan ini kepada panitia untuk membuatkan laporan ke jurusan, walaupun mereka tidak dukung kegiatan dengan dana)

Iseec jika ada rencana untuk membuat peningkatan kapasitas organisasi Himafis, mungkin kita bisa lakukan tetapi dengan rencana yang matang sehingga tidak seperti yang terjadi saat membriefing team building yang waktunya sangat singkat. Namun ini juga terpulang dari anggota Himpunan, karena kita memahami mereka juga sibuk dengan kuliah sehingga sulit untuk mengatur waktu yang epat tapi sebagai langkah awal jenderal obet akan mendukung ide ini. Terima Kasih 

Sep
09

Team Building HIMAFIS

Posted by obet on September 9, 2007

Pada tanggal 7 September 2007, isec memberikan kabar tentang kegiatan Orbit Fisika 07 yang akan dilaksanaan pada tanggal 9 dan 10 September 2007, dia mengatakan untuk kesedian obet agar datang dan memberikan sedikit masukan mengenai agenda acara yang akan diterapkan pada senior-senior Himafis. Berbekal pemberitahuan tersebut dan sedikit ancaman obet segera memenuhi panggilan tugas tersebut terlebih di hati masih tersimpan solidaritas terhadap Himafis.  Saat datang kekampus biru tersebut , saya melihat banyak perubahan yang terjadi, banyak wajah-wajah baru yang tidak kukenal maklum aku sudah alumni.

Beberapa adik tingkatku sudah menjadi staf pengajar dikampus tersebut. Namun yang membuatku terkejut adalah ternyata masih ada adik-adik tingkatanku yang masih kenal dengan aku. Aku berjalan melihat kedalam kampus tempat dulunya kami tidur dan tempat kami menaruh berbagai peralatan buku dan baju, ibaratnya kampus tersebut adalah rumah kost kami. Ternyata itu telah berubah telah berdiri bangunan-bangunan baru yang sedang dikerjakan.

Saat itu juga aku dan isec membuat pertemuan untuk membahas masalah Orbit 07, dari hasil brainstorming kepada beberapa perwakilan HIMAFIS dapat disimpulkan bahwa ajang ospek akan diganti ajang silaturahmi, maka terlintas olehku untuk mengatakan kita akan melakukan team building, dengan mengganti ajang ospek menjadi ajang pemberian game yang membangun kekompakan team. Ternyata ide ini disambut baik oleh adik-adik tingkatku. Game ini sendiri akan diterapkan untuk tanggal 10 September 2007.

Kepada para alumni dan senior yang masih aktif mari kita lihat perubahan sejarah yang dilakukan oleh panitia 2007 ini mengenai perubahan dari ajak bentakan dan perpeloncoan menjadi ajang pemberian Game yang bertujuan untuk membangun kebersamaan.

GOAL : Menciptakan kader HIMAFIS yang kompak, kreatif, inovatif dan menghargai sesama anggota HIMAFIS

OBJECTIVE : 50 % peserta orbit 07, setelah melaksanakan outbond ini akan muncul kader-kader yang mampu menjaga kekompakan, kreatif dan inovatif dalam menjalankan organisasi HIMAFIS.

OUTPUT : Melaksanakan kegiatan Outbond selama satu hari dengan memberikan materi berupa GAME

INDIKATOR : 50 % peserta orbit 97 mampu menjaga kekompakan dan menghormati senior, mampu menjalankan organisasi HIMAFIS dengan kreatif dan inovatif.

Sep
06

Be the Change

Posted by obet on September 6, 2007

Self Motivation harus selalu menjadi motto dalam memperbaiki/ memotivasi diri sendiri agar melakukan sesuatu yang berguna untuk peningkatan kerja. Beberapa kiat untuk be the change :

  1. Mulai dari diri sendiri untuk meyakinkan anda bisa.
  2. Mulai dari yang termudah
  3. Lakukan mulai dari sekarang
  4. Jangan takut untuk berani berubah

Untuk teman-teman yang ada di bungker, ayo jadi pendobrak untuk melakukan perubahan… apakah perubahan bercinta, atau yang lain-lain…

Sep
02

Pembentukan Team

Posted by obet on September 2, 2007

Membentuk team kerja bukanlah suatu hal yang mudah, sebab team dibentuk adalah untuk mampu bekerjasama dalam kelompok bukan kerja individu, team dibentuk berdasarkan kebutuhan dalam menyelesaikan suatu kegiatan, terdapat didalamnya pembagian tugas yang jelas setiap anggota team tentang “siapa melakukan apa“.

Sebelum membentuk team, perlu dilakukan suatu pembicaraan tentang tujuan apa dibentuknya team, pembicaraan ini dilakukan kepada orang-orang yang berminat dan tertarik untuk dibentuknya team. Tahapan yang harus dilakukan yaitu :

  1. Pembicaraan awal tentang ide untuk dibentuknya team. Pembicaraan ini bisa dilakukan secara informal atau diskusi warung kopi, dilakukan dalam beberapa kali pertemuan untuk menyamakan persepsi dan menentukan siapa-siapa yang mendukung ide ini dan siapa-siapa yang tidak mendukung ide ini.
  2. Follow-up dari pembicaraan awal ini, dilakukan pertemuan formal untuk benar-benar menyamakan persepsi tentang tujuan untuk apa dibentuknya team ini, bagaimana membentuk team ini, siapa yang menjadi leadernya, kapan waktu pembentukannya dan kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan.

tulisan ini masih dalam pengembangan dan masih berupa draft .